Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

Bercermin Pada Hatimu

Bercermin Pada Hatimu

Penulis : DH. Devita
Halaman : 236
Dimensi : 11x19,5 cm
Berat : 200 gram
Tahun : 2007
ISBN : 978-979-1273-03-9
Kategori : Akhlak   
Harga : 28000


Sinopsis :

Tidak banyak orang yang mampu mengambil hikmah dari kegalauan hati yang dirasakan atau peristiwa yang tidak menyenangkan, walau sebenarnya ia paham di balik semua itu ada pelajaran dari-Nya. Namun, lebih tidak banyak lagi orang yang mau berbagi pengalaman pribadinya.
Padahal, menjadi cermin bagi orang lain, begitulah maksud setiap diri kita diciptakan-Nya. Sayangnya, tidak semua orang memantulkan bayangan yang indah bagi orang lainnya. Terkadang malah yang dipantulkan membawa keburukan, atau bahkan orang-orang lain pun menghindari, walau hanya untuk sekadar memandang barang sedetik.
Lalu, bagaimana dengan diri kita?

“Inilah nuansa lain yang menyiratkan kejujuran, kelugasan sekaligus kecermatan penulis membidik tema. Sehingga lautan kata menjadi bermakna. Bravo adikku, Devita!”
(Pipiet Senja, novelis)

“Sebuah cuplikan kehidupan islami yang menarik untuk disimak dan bisa dijadikan rujukan bagi kita dalam memperoleh kehidupan yang harmonis di lingkungan keluarga yang sakinah dan masyarakat.”
(Harry Miarsono, PhD. – GM External Affairs and Sustainable Development PT Kaltim Prima Coal, tokoh masyarakat Kutai Timur)

“Sebuah renungan tentang pengalaman hidup yang cukup menyentuh. Tulisan yang kaya dengan inspirasi dan menggerakkan.”
(O. Solihin, penulis buku Bangkit Dong, Sobat!)

Kamis, 15 Mei 2014

Dalam Dekapan Ukhuwah



Dalam Dekapan Ukhuwah
#bestseller

Penulis : Salim A. Fillah
Halaman : 472
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 450 gram
Tahun : 2010
ISBN :
Kategori : Akhlak-Harakah
Harga : 74000



Sinopsis :

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

Buku ini adalah renungan-renungan sederhana tentang bagaimana mem-bangkitkan kembali kekuatan ummat yang hari ini terserak-serak bagai buih tak berarti. Tentu saja tak hendak muluk, semua ikhtiar itu dimulai dari dalam diri kita. Di sini, kita menginsyafi bahwa iman berbanding lurus dengan kualitas hubungan yang kita jalin pada sesama. Juga bahwa tiap hubungan yang tak didasari iman akan jadi sia-sia. Dan baik iman maupun ukhuwah, memerlukan upaya untuk meneguhkan dan menyuburkannya.
Selamat datang dalam dekapan ukhuwah.