al-Qiyaamah
Penulis : Sayyid Quthb
Halaman : 386
Dimensi : 15,5x23,5 cm
Berat : 500 gram
Tahun : 2007
ISBN : 978-979-16660-3
Kategori : Dakwah
Harga : 43000
Sinopsis :
Kiamat dan Hari Pembalasan merupakan keyakinan yang berumur panjang; sepanjang perjalanan manusia di muka bumi. Tak ada yang mampu mengelak dari hari yang pasti tiba itu. Saat kengerian di hari itu kian dekat di pelupuk mata, menghindar adalah kemustahilan.
Bukan hanya sebagai kitab hukum-hukum Allah Ta’ala, bukan sekadar panduan hidup di dunia, al-Qur’an dihadirkan di depan manusi sekligus sebagai peringatan akan tibanya kiamat dan Hari Pembalasan. Sebab, ayat-ayat Al-Qur’an berisikan kabar tentang petunjuk selamat, pembalasan, kengerian, dan kenikmatan di alam akhirat.
Satu petunjuk penting di balik berita-berita hari yang pasti itu adalah adanya “keindahan” dalam ayat-ayat Allah Ta’ala. Bukan pekerjaan mudah membedah kengerian dan balasan di akhirat, dan pada saat yang sama menyigi kepaduan seni (sastrawi) dari ayat-ayat Illahi.
Namun, itulah metode yang ditempuh Sayyid Quthb saat mengkaji ayat-ayat kiamat dan Hari Pembalasan dalam Al-Qur’an. Tanpa banyak mengumbar kata, Sayyid Quthb mengajak kita untuk menyelami kengerian atau keindahan hari-hari yang pasti manusia tidak berdaya. Sebuah ajakan yang bisa disikapi sebagai petunjuk jalan di tengah karut-marutnya zaman; zaman yang kian mendekat pada: Al-Qiyamah!
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Air Mata di Jalan Dakwah
Air Mata di Jalan Dakwah
Penulis : Umar Hidayat
Halaman : 498
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 450 gram
Tahun : 2012
ISBN : 978-979-8143-29-9
Kategori : Dakwah
Harga : 56000
Sinopsis
Jika menangis itu sehat, maka menangislah lantaran di jalan dakwah agar engkau merasakan sehat fisik dan maknawiahnya. Jika menangis itu melepaskan segala asa, agar hati lega, maka menangislah di jalan dakwah sehingga kehidupanmu tak hanya merasa lega di dalam dada, tetapi lega bersambung ke dalam surga. Jika menangis itu membuktikan kemanusiaan kita, maka menangis di jalan dakwah tidak sekadar manusia, tetapi juga manusia yang terpilih mengemban warisan risalahnya.
Jika menangis itu disebabkan sedih, maka menangislah di jalan dakwah karena kesedihan itu akan menaklukkannya. Jika menangis itu disebabkan gembira, maka menangislah di jalan dakwah karena kegembiraan itu menjeda mengingatkan kita agar tetap taat di jalan-Nya. Jika menangis itu disebabkan keabadian, maka menangislah di jalan dakwah karena keabadian itu ada yang tertunda menghasilkan karya bersejarah yang mengabadi karena-Nya.
Meski kesedihan mendera, airmata di jalan dakwah menaklukkannya untuk tetap tidak bercumbu dalam kesedihan. Sebaliknya, mengajar kita mengubahnya untuk tetap dalam ketaatan kepada Allah. Airmata di jalan dakwah, mengajak kembali ke jalan dakwah. bersama-sama membangun bangsa ini dengan pilar dakwah ini agar tercipta kehidupan dan peradaban madani yang sering kita idealkan.
Alangkah bahagianya kita andai airmata kita membasuh hati kita, menghapus dosa-dosa kita dan melejitkan semangat maknawiyah dan potensi kita. Maka, mari kita bersama-sama meniti jejak pengembaraan dalam belantara hikmah airmata di jalan dakwah.
Penulis : Umar Hidayat
Halaman : 498
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 450 gram
Tahun : 2012
ISBN : 978-979-8143-29-9
Kategori : Dakwah
Harga : 56000
Sinopsis
Jika menangis itu sehat, maka menangislah lantaran di jalan dakwah agar engkau merasakan sehat fisik dan maknawiahnya. Jika menangis itu melepaskan segala asa, agar hati lega, maka menangislah di jalan dakwah sehingga kehidupanmu tak hanya merasa lega di dalam dada, tetapi lega bersambung ke dalam surga. Jika menangis itu membuktikan kemanusiaan kita, maka menangis di jalan dakwah tidak sekadar manusia, tetapi juga manusia yang terpilih mengemban warisan risalahnya.
Jika menangis itu disebabkan sedih, maka menangislah di jalan dakwah karena kesedihan itu akan menaklukkannya. Jika menangis itu disebabkan gembira, maka menangislah di jalan dakwah karena kegembiraan itu menjeda mengingatkan kita agar tetap taat di jalan-Nya. Jika menangis itu disebabkan keabadian, maka menangislah di jalan dakwah karena keabadian itu ada yang tertunda menghasilkan karya bersejarah yang mengabadi karena-Nya.
Meski kesedihan mendera, airmata di jalan dakwah menaklukkannya untuk tetap tidak bercumbu dalam kesedihan. Sebaliknya, mengajar kita mengubahnya untuk tetap dalam ketaatan kepada Allah. Airmata di jalan dakwah, mengajak kembali ke jalan dakwah. bersama-sama membangun bangsa ini dengan pilar dakwah ini agar tercipta kehidupan dan peradaban madani yang sering kita idealkan.
Alangkah bahagianya kita andai airmata kita membasuh hati kita, menghapus dosa-dosa kita dan melejitkan semangat maknawiyah dan potensi kita. Maka, mari kita bersama-sama meniti jejak pengembaraan dalam belantara hikmah airmata di jalan dakwah.
Agar Kita Tidak Diperdaya Setan
Agar Kita Tidak Diperdaya Setan
Penulis : Ibnu Muflih Al-Maqdisi
Halaman : 347
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 300 gram
Tahun : 2009
ISBN : 979-8143-00-0
Kategori : Dakwah
Harga : 36000
Sinopsis :
Setan pasti senang ketika kita senantiasa was-was dan bergelimang dalam pra sangka dan maksiat. Setan pasti puas tatkala kita mengikuti bisikannya untuk ber buat aniaya dan jahat. Setan pasti gembira manakala kita lengah dari perintah dan larangan Allah. Dan setan pasti berbangga menyaksikan kita menjadi pengikut setia nya secara perlahan-lahan dan tanpa sadar.
Setan memang memiliki kelebihan atas kita. Manusia tidak dapat melihatnya, se mentara setan mampu melihat kita. Dan setan pun bisa masuk dalam tubuh kita lewat aliran darah. Walau memiliki keunggulan, tidak berarti setan akan pasti menang atas manusia. Manusa beriman tak akan teperdaya dengan pelbagai bujuk rayu dan bisikan setan.
Buku ini tidak sekadar mengenalkan pentingnya berzikir kepada Allah, namun juga menjelaskan pentingnya beristi’adzah tatkala setan membisiki kita. Buku ini juga berisi paparan tentang waktu dan doa yang mampu menghinakan setan, serta rahasia di balik azan dalam mengusir setan. Agar tidak lagi teperdaya setan, pe m baca diajak untuk menjelajahi dunia setan dengan berdasarkan sumber-sumber te percaya, hanya berdasarkan al-Qur`an dan Hadis Rasulullah Saw, semisal:
· Apakah setan mempunyai kekuasaan atas manusia?
· Bagaimana cara setan menggoda manusia?
· Bagaimana cara setan mengalir dalam jasad manusia?
· Bagaimana setan menyerang manusia yang tengah beribadah?
· Di mana tempat tidur setan dalam tubuh manusia?
· Benarkah setan diikat pada bulan Ramadhan?
· Siksaan apa yang akan diterima setan di akhirat?
Penulis : Ibnu Muflih Al-Maqdisi
Halaman : 347
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 300 gram
Tahun : 2009
ISBN : 979-8143-00-0
Kategori : Dakwah
Harga : 36000
Sinopsis :
Setan pasti senang ketika kita senantiasa was-was dan bergelimang dalam pra sangka dan maksiat. Setan pasti puas tatkala kita mengikuti bisikannya untuk ber buat aniaya dan jahat. Setan pasti gembira manakala kita lengah dari perintah dan larangan Allah. Dan setan pasti berbangga menyaksikan kita menjadi pengikut setia nya secara perlahan-lahan dan tanpa sadar.
Setan memang memiliki kelebihan atas kita. Manusia tidak dapat melihatnya, se mentara setan mampu melihat kita. Dan setan pun bisa masuk dalam tubuh kita lewat aliran darah. Walau memiliki keunggulan, tidak berarti setan akan pasti menang atas manusia. Manusa beriman tak akan teperdaya dengan pelbagai bujuk rayu dan bisikan setan.
Buku ini tidak sekadar mengenalkan pentingnya berzikir kepada Allah, namun juga menjelaskan pentingnya beristi’adzah tatkala setan membisiki kita. Buku ini juga berisi paparan tentang waktu dan doa yang mampu menghinakan setan, serta rahasia di balik azan dalam mengusir setan. Agar tidak lagi teperdaya setan, pe m baca diajak untuk menjelajahi dunia setan dengan berdasarkan sumber-sumber te percaya, hanya berdasarkan al-Qur`an dan Hadis Rasulullah Saw, semisal:
· Apakah setan mempunyai kekuasaan atas manusia?
· Bagaimana cara setan menggoda manusia?
· Bagaimana cara setan mengalir dalam jasad manusia?
· Bagaimana setan menyerang manusia yang tengah beribadah?
· Di mana tempat tidur setan dalam tubuh manusia?
· Benarkah setan diikat pada bulan Ramadhan?
· Siksaan apa yang akan diterima setan di akhirat?
Langganan:
Postingan (Atom)


