Catatan Cinta untuk Murabbi
Penulis : Fauzul Izmi, Nafi'ah al-Ma'rab, Wida Azzahida, Sisri Dona, dkk
Halaman : 256
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 180 gram
Tahun : 2013
ISBN : 978-602-8940-07-8
Kategori : Renungan
Harga : 36000
Sinopsis
Murabbi bukanlah malaikat. Mereka hanya manusia biasa yang punya kekurangan atau kelebihan. Murabbi bukan berarti manusia tanpa cela. Mereka tetap saja tak luput dari dosa. Meskipun selaiknya, mereka dituntut mempunyai kebaikan dan keteladanan yang lebih banyak daripada celanya.
Kisah-kisah dalam buku ini hanya sedikit mengapresiasi peran mereka dalam dakwah dan tarbiyah. Kalaupun ada pujian yang mengalir dari penulis kepada mereka, itu semata-mata memberikan penghargaan bagi murabbi-murabbiyah yang telah ikhlas menyumbangkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk menebarkan dakwah, mengukuhkan tarbiyah, dan meninggikan kalimat thayyibah.
Kisah-kisah dalam buku ini disusun dengan sangat variatif agar pembaca tidak bosan dengan gaya penceritaan yang sama antara satu dengan yang lainnya. Membaca buku ini Anda akan kembali merasakan hangatnya cinta di setiap pertemuan pekanan dan akan melahirkan spirit baru agar tetap istiqamah di jalan tarbiyah. Selamat membaca, semoga Anda terinspirasi.
---
Mungkin ada mantan mutarabbi. Tapi tak ada mantan murabbi. Dan tarbiyah adalah kisah cinta, yang mengantar kita ke ufuk dakwah. Setelah itu, hidup tak pernah sama lagi. Buku ini merekam sebagian mozaiknya.
(Salim A. Fillah, penikmat tarbiyah, pengasuh Majelis Jejak Nabi, penulis buku "Dalam Dekapan Ukhuwah")
Buku ini benar-benar mengandung getar-getar cinta untuk menyegarkan energi di tengah getir duka dan lara jiwa
(Solikhin Abu Izzuddin, penulis buku "Super Murabbi")
Benar-benar seperti judul bukunya: menggetarkan dan membuat merinding, terutama bagi mereka yang di penggalan hidupnya mengakrabi tarbiyah.
(Satria Hadi Lubis, penulis buku "Menggairahkan Perjalanan Halaqah")
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Pertanyaan untuk para Suami
DR. ‘Aid al Qarny menggambarkan tentang istrinya:
Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:
Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diredhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama, subhanallah……
Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!
Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dlm hatinya ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air mata tertahan?!
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dgn nasib mereka selama ia pergi.
Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggungjawab yg akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yg di sampaikan oleh Rasulullah?!
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yg paling baik bagi istrinya"
http://zulfiakmal.wordpress.com/2014/04/27/sayangilah-istrimu/
Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku:
Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya. Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu sesuai dengan yang diredhai Allah. Semua itu berdasarkan perintah agama, subhanallah……
Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?!
Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya?!
Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dlm hatinya ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air mata tertahan?!
Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dgn nasib mereka selama ia pergi.
Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggungjawab yg akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yg di sampaikan oleh Rasulullah?!
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yg paling baik bagi istrinya"
http://zulfiakmal.wordpress.com/2014/04/27/sayangilah-istrimu/
Langganan:
Postingan (Atom)
