Selasa, 20 Mei 2014
Kemauan Anak itu Sederhana
Setiap Anak saya lihat mainan2 bagus dan lucu di toko mainan, lalu terlihat seperti sangat ingin memilikinya,
Sebaik Perhiasan adalah Wanita Sholihah...
Dunia adalah perhiasan dan sebaik.perhiasan adalah wanita sholihah...
Demikian sabda Rasulullah dalm sebuah hadits..
Apapun perhiasan terbaik yg dapt kita lihat di dunia ini sejatinya di kalangan langit dikalahkan oleh seorang wanita sholihah....
Wanita sholihah bisa mengalahkan mereka yg ngandalin kecantikan fisik semata..sesuatu yg di agung2 kan saat ini..seolah wanita cantik adalah wanita terbaik d dunia...lihatlah parameter kontes ratu2an dan putri2 an sejagat apa yg mjd parameter...
maka mari kita lihat siapa wanita yg diabadikan Rasulullah dalam sabdanya...
"Dari Anas bin Malik ra,Rasulullah saw bersabda:"Cukuplah (teladan) bagi kalian wanita terbaik d jagat raya ini yaitu Maryam binti 'Imran,Khadijah binti Khuwailid,Fathimah binti Muhammad dan 'Asiyah istri Fir'aun." (H.R.Tirmidzi)
4 Wanita special ini diabadikan dalam.hadist.
#Khadijah wanita yg pertama kali beriman,pendukung dan pelindung dakwah Rasulullah.. tak pernah menyulitkan kehidupan Rasul,Teladan bagi para Istri agar mensupport keimanan suami untuk istiqomah.
#Maryam ini wanita suci yg tak pernah 'galau' meski sendirian tanpa ada pendamping dapat ujian pula yg hampir mjd fitnah...luar biasanya dia mampu lahirkan nabi dari rahimnya yang suci
#Fathimah sangat sedrhana pdhl memiliki Ayah sang pemimpin,ketaatannya kepada ALLAH,kesabarannya mengelola rumah tangga yg penuh sedrhana dan baktinya kepada Ali ra,kemampuannya melahirkan generasi sholih dan sholihah layak utk mjd cermin
#Asiyah Istri Fir'aun..ini gambaran keimanan dan kesabran seorang Istri yang suaminya tak beriman...bagaimana dia menghadapi sosok fir'aun yg kejam dan bengis dengan ketabahan..hingga buah ketegarannya ALLAH abadikan dia dlm hadits.
Cermin andai kita d karuniai lelaki yg tidak sholih kiranya sosok Asiyah patut utk d jadikan cermin..
Wallahu'alam...
Demikian sabda Rasulullah dalm sebuah hadits..
Apapun perhiasan terbaik yg dapt kita lihat di dunia ini sejatinya di kalangan langit dikalahkan oleh seorang wanita sholihah....
Wanita sholihah bisa mengalahkan mereka yg ngandalin kecantikan fisik semata..sesuatu yg di agung2 kan saat ini..seolah wanita cantik adalah wanita terbaik d dunia...lihatlah parameter kontes ratu2an dan putri2 an sejagat apa yg mjd parameter...
maka mari kita lihat siapa wanita yg diabadikan Rasulullah dalam sabdanya...
"Dari Anas bin Malik ra,Rasulullah saw bersabda:"Cukuplah (teladan) bagi kalian wanita terbaik d jagat raya ini yaitu Maryam binti 'Imran,Khadijah binti Khuwailid,Fathimah binti Muhammad dan 'Asiyah istri Fir'aun." (H.R.Tirmidzi)
4 Wanita special ini diabadikan dalam.hadist.
#Khadijah wanita yg pertama kali beriman,pendukung dan pelindung dakwah Rasulullah.. tak pernah menyulitkan kehidupan Rasul,Teladan bagi para Istri agar mensupport keimanan suami untuk istiqomah.
#Maryam ini wanita suci yg tak pernah 'galau' meski sendirian tanpa ada pendamping dapat ujian pula yg hampir mjd fitnah...luar biasanya dia mampu lahirkan nabi dari rahimnya yang suci
#Fathimah sangat sedrhana pdhl memiliki Ayah sang pemimpin,ketaatannya kepada ALLAH,kesabarannya mengelola rumah tangga yg penuh sedrhana dan baktinya kepada Ali ra,kemampuannya melahirkan generasi sholih dan sholihah layak utk mjd cermin
#Asiyah Istri Fir'aun..ini gambaran keimanan dan kesabran seorang Istri yang suaminya tak beriman...bagaimana dia menghadapi sosok fir'aun yg kejam dan bengis dengan ketabahan..hingga buah ketegarannya ALLAH abadikan dia dlm hadits.
Cermin andai kita d karuniai lelaki yg tidak sholih kiranya sosok Asiyah patut utk d jadikan cermin..
Wallahu'alam...
Beginilah Umar bin Abdul Aziz Mendidik Anak
by Herfi G. Faizi, Lc
Ayahku Guruku
Jum’at dini hari. Seperti biasa, sebelum masyarakat datang
berkunjung, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan semua anak-anaknya.
Dari keempat istrinya, Umar memiliki tujuh belas anak, diantara mereka adalah; Ishaq, Ya’qub, Musa, Abdullah, Bakar, Ummu Amar, Ibrahim, Abdul Malik, Walid, Ashim, Abdullah, Abdul Aziz, Yazid, Zayyan, Aminah dan Ummu Abdullah.
Setelah semua berkumpul, maka saatnya Umar memulai tadarrus al-Qur’an. Dimulai dari anak yang paling tua, kemudian dilanjutkan adik-adiknya.
Begitulah. Semua membaca al-Qur’an bergantian. Satu persatu.
Sedangkan Umar menyimak bacaan al-Qur’an anak-anaknya dengan sungguh-sungguh dan penuh ta’dhim.
Inilah ayah yang sekaligus guru bagi anak-anaknya. Guru al-Qur’an. Meskipun Umar telah memilihkan guru-guru hebat bagi buah hatinya, namun dirinya sendiri merasa perlu terjun langsung dalam mewarnai
keilmuan mereka.
Sekalipun agenda reformasi dan kiprahnya dalam pemerintahan sangat banyak, tapi selalu ada waktu yang sangat berkualitas dengan keluarganya.
Kebersamaan dalam naungan al-Qur’an. Menciptakan iklim al-Qur’an dalam lingkungan keluarga, itu nilai penting pada tulisan seri ini.
Ketika ternyata sekedar ‘menitipkan’ anak di lembaga-lembaga pendidikan tertentu tidaklah cukup untuk membangkitkan daya dan memupuk kecenderungan anak kepada al-Qur’annya, ketika iklim dirumah tidak Qur’ani.
Nuansa al-Qur’an harus tercipta dalam lingkungan keluarga terlebih dahulu, dan Umar telah melakukan itu.
Sehingga menjadi sangat perlu kiranya setiap keluarga muslim mulai merutinkan halaqah al-Qur’an.
Disitu berkumpul antara orang tua dan anak-anak.
Bergantian membaca al-Qur’an.
Mengkaji pelajaran dari setiap ayat-ayatnya.
Dan yang menjadi guru adalah ayah.
Menarik pasti.
Sangat istimewa.
Lebih berkesan dari halaqah al-Qur’an yang diikuti oleh para anak disekolah mereka.
Karena disitu ayahnya adalah gurunya. Ini adalah satu program besar peradaban yang perlu diinstal di setiap rumah.
Harus segera dimulai walaupun di awal terasa canggung dan bingung.
Abdullah bin Umar berpesan kepada kita, “Kamu harus bersama al-Qur’an, pelajari al-Qur’an itu dan ajari anak-anakmu. Karena sesungguhnya kamu kelak akan ditanya tentang al-Qur’anmu dan dengannya kamu akan mendapat pahala, dan cukuplah al-Qur’an sebagai pemberi nasehat bagi orang yang berakal.”
Menjadi guru bagi para buah hati.
Beginilah ayah hebat mencetak generasi unggulan.
Referensi:
Kitab Fiqih Umar bin Abdul Aziz karya DR. Muhammad Syaqir
Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ karya Syamsuddin adz-Dzahabi
Kitab Umar bin Abdul Aziz wa Ma’alim at-Tajdid wa al-Ishlah karya DR.Ali Muhammad ash-Shalabi.
Sabtu, 17 Mei 2014
Promo Spesial Mei 2014 - Zakiyah Bookstore
Persembahan Spesial dari ZAKIYAH BOOKSTORE
di bulan MEI 2014,
Setiap pembelian CASH salah satu paket buku Pelangi Mizan berikut ini :
# Halo Balita
# Ensiklopedi Bocah Muslim
# Wow Amazing Series
# Confidence In Science
# Nabiku Idolaku
maka customer berhak mendapatkan BONUS buku dari Zakiyah Bookstore, dengan memilih salah satu buku berikut ini :
* CERDAS dan SHALEHKAN BAYI ANDA dengan ASI
*CERDAS MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
* MUSLIMAH CANTIK, CERDAS di DAPUR
* MAKIN SEHAT dengan JILBAB
yuk, kita siapkan keluarga kita menjadi keluarga cerdas dan rabbani dengan buku-buku berkualitas.
ingat BUKU ingat ZAKIYAH BOOKSTORE <3
Promo ini hanya berlaku untuk pembelian buku Pelangi Mizan hingga 30 MEI 2014 di www.zakiyahbookstore.blogspot.com ( FB : NUNIN-rusli 085790985223)
Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga
Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga
Penulis : Dra. Sulastiningsih, M.Si
Halaman : 180
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 210 gram
Tahun : 2008
ISBN : 979-1273-27-8
Kategori : Keuangan Keluarga
Harga : 24000
Sinopsis :
Keluarga sakinah merupakan idaman setiap Muslim, baik yang akan maupun yang telah berumah tangga. Salah satu pilar penopang keluarga sakinah adalah kerapian mengelola keuangan. Keuangan keluarga menjadi penting, bukan hanya untuk kepentingan di dunia namun juga untuk kepentingan akhirat.
Di sisi lain, keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi persoalan; bukan keluarga yang tidak pernah menghadapi kesulitan keuangan. Keluarga sakinah, sebagaimana keluarga pada umumnya, penuh dengan dinamika.
Buku ini memaparkan karakter keluarga sakinah dalam menghadapi persoalan rumah tangga, terutama dalam mengelola keuangan. Masalah keuangan yang dibahas dalam buku ini meliputi: merencanakan penerimaan keluarga; merencanakan pengeluaran keluarga; mengendalikan keuangan keluarga; manajemen kas keluarga; laporan keuangan keluarga; manajemen aset. Selain itu, buku ini membahas bagaimana peran seorang ibu dalam keluarga Sakinah terkait dengan upaya mencari nafkah.
Sebagai panduan praktis, buku ini membahas dan memberikan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dengan menyertakan tips, contoh dan pengalaman nyata keluarga Muslim. Dengan demikian, pembaca dapat mendapatkan pembanding, sebagai inspirasi membina rumah tangga sakinah masing-masing; insya Allah.
Penulis : Dra. Sulastiningsih, M.Si
Halaman : 180
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 210 gram
Tahun : 2008
ISBN : 979-1273-27-8
Kategori : Keuangan Keluarga
Harga : 24000
Sinopsis :
Keluarga sakinah merupakan idaman setiap Muslim, baik yang akan maupun yang telah berumah tangga. Salah satu pilar penopang keluarga sakinah adalah kerapian mengelola keuangan. Keuangan keluarga menjadi penting, bukan hanya untuk kepentingan di dunia namun juga untuk kepentingan akhirat.
Di sisi lain, keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi persoalan; bukan keluarga yang tidak pernah menghadapi kesulitan keuangan. Keluarga sakinah, sebagaimana keluarga pada umumnya, penuh dengan dinamika.
Buku ini memaparkan karakter keluarga sakinah dalam menghadapi persoalan rumah tangga, terutama dalam mengelola keuangan. Masalah keuangan yang dibahas dalam buku ini meliputi: merencanakan penerimaan keluarga; merencanakan pengeluaran keluarga; mengendalikan keuangan keluarga; manajemen kas keluarga; laporan keuangan keluarga; manajemen aset. Selain itu, buku ini membahas bagaimana peran seorang ibu dalam keluarga Sakinah terkait dengan upaya mencari nafkah.
Sebagai panduan praktis, buku ini membahas dan memberikan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dengan menyertakan tips, contoh dan pengalaman nyata keluarga Muslim. Dengan demikian, pembaca dapat mendapatkan pembanding, sebagai inspirasi membina rumah tangga sakinah masing-masing; insya Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)


